oleh

Tingkat Keterisian RS Rujukan Covid-19 di Kota Bogor Menurun Drastis

BOGOR, Rasio keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Ratio (BOR) di rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Bogor menurun drastis hingga saat ini.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, per hari Selasa (6/4/2021) menunjukan jumlah tempat tidur isolasi yang terisi hanya sebanyak 30,7 persen. Angka ini jauh di bawah ambang batas BOR menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni sebanyak 60 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno menjelaskan, dari total sebanyak 809 tempat tidur isolasi di 21 rumah sakit rujukan yang disiapkan, saat ini, hanya terisi sebanyak 248 atau sebanyak 30,7 persen, padahal, sebelumnya BOR di Kota Bogor sempat menembus angka sebanyak 88 persen pada Bulan Januari 2021.

Baca Juga  Siap Secara Administrasi, Komisi I: Bogor Timur Sudah Siap Jadi Calon Daerah Otonomi Baru

Penurunan juga terjadi di Rumah Sakit Lapangan (RSL) Covid-19 Kota Bogor, tercatat jumlah tempat tidur yang terisi hanya sebanyak 9 unit atau sebanyak 14,1 persen dari total yang disiapkan sebanyak 64 unit.

“Alhamdulillah tren BOR di rumah sakit turun karena kasus pasien terkonfirmasi positif juga turun, terutama kasus dengan gejala sedang dan berat. Di mana kasus kategori ini, harus dirawat di rumah sakit,” ungkap Retno kepada awak Media, pada saat di Balaikota Bogor, Rabu (7/4/2021).

Faktor lain, kata Retno, menurunnya kasus positif dengan gejala sedang dan berat ini, juga karena program vaksinasi yang terus dilakukan dan menjangkau lebih banyak warga ataupun masyarakat.

Baca Juga  Antisipasi Jalur Mudik Lebaran Idul Fitri, Polres Bogor Lakukan Penyekatan Wilayah Di 7 Titik Perbatasan

“Bisa saja kemungkinan faktor vaksinasi, ya seandaikan terpapar juga tidak berat sehingga tidak perlu dirawat di rumah sakit,” jelasnya.

Tambah Retno, mengatakan, selain BOR yang menurun, angka kesembuhan di Kota Bogor naik menjadi sebanyak 91,9 persen (lebih tinggi dari Jawa Barat dan Nasional), sementara saat ini, angka kasus aktif di Kota Bogor juga turun menjadi sebanyak 6,6 persen (lebih rendah dari Jawa Barat dan Nasional). Sedangkan angka kematian akibat Covid-19 di Kota Bogor sebanyak 1,6 persen (lebih rendah dari angka kematian Nasional).

Baca Juga  Potret Desa Cihideung, Kampung Kawaluyaan Ciampea Yang Harus Kamu Kunjungi

Meski demikian, Retno mengimbau kepada masyarakat, untuk tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan (prokes) dari pemerintah.

“Meskipun tren kasus menurun dan sudah ada vaksinasi, bukan berarti kita sudah bebas pandemi. Sehingga kami imbau kepada masyarakat harus tetap waspada terhadap penularan Covid-19 dan tetap patuhi protokol kesehatan 5M,” tutur Retno.

Ia menambahkan, tinggi rendahnya kasus Covid-19 sangat tergantung pada kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan (prokes).

“Sejak awal pandemi hingga Rabu (7/4/2021) telah tercatat total terkonfirmasi positif sebanyak 14.229 kasus, selesai isolasi atau sembuh sebanyak 13.114 kasus, masih sakit sebanyak 889 kasus dan meninggal 226 kasus,” pungkasnya.

Reporter : WRV

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed