oleh

Penyebaran Covid-19 Darurat, Pemkot Bogor Terapkan PPKM Darurat Jawa-Bali 3-20 Juli 2021

BOGOR, Foksat.id – Dalam rangka upaya menurunkan penyebaran Covid-19 saat ini. Pada hari Kamis, (1/7/2021) secara resmi Pemerintah Pusat, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) baru saja mengumumkan dan menyatakan Pemberlakuan PPKM Darurat Jawa dan Bali dengan target penurunan kasus harian <10 ribu/hari, mulai Sabtu, 3 Juli hingga 20 Juli 2021. Terdapat berbagai hal ketentuan yang harus dipatuhi dalam PPKM Darurat ini.

Hal tersebut direspon baik oleh Pemerintahan Kota (Pemkot) Bogor. Berdasarkan dari berbagai hal ketentuan Pemerintah Pusat tersebut, Wali Kota Bogor Bima Arya menyampaikan, berbagai hal untuk disosialisasikan kepada seluruh warga Kota Bogor, mengenai PPKM Darurat 3-20 Juli 2021.

Diantaranya adalah untuk kegiatan Perkantoran atau Tempat Kerja dengan Pemberlakuan Work From Home (WFH) 100 persen diluar sektor esensial.

Baca Juga  232 Sekolah Diusulkan, Disdik Keluarkan Izin 170 Sekolah Yang Lolos Uji Coba PTM

Selanjutnya, untuk seluruh kegiatan Belajar Mengajar 100 persen dilakukan secara online/daring.

Kemudian, untuk kegiatan di Pusat Perbelanjaan/Mal/Pusat Perdagangan ditutup sementara. Namun Supermarket, Minimarket, Pasar Tradisional dan Toko Kelontong, Pasar Swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi dengan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen dan jam operasionalnya hingga Pukul 20:00 WIB.

Sementara untuk Apotik dan Toko Obat diperbolehkan buka full selama 24 jam. Selanjutnya, untuk Restoran, Cafe, Lapak, Tempat jajanan hanya menerima layan antar dan tidak menerima makan di tempat.

“Untuk tempat Ibadah serta Tampat Umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat Ibadah juga ditutup sementara,” kata Bima Arya.

Baca Juga  Pembangunan Hotel SMK Citra Pariwisata Kota Bogor Education Resort & Counvation

Lebih lanjut, kata Bima, untuk Fasilitas Umum kegiatan Seni Budaya, Olahraga dan Sosial Kemasyarakatan juga ditutup sementara.

“Untuk kegiatan Transportasi Umum diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 70 persen, dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat,” tuturnya.

Masih kata Bima menambahkan, untuk Resepsi Pernikahan dibatasi dengan dihadiri maksimal 30 orang, tentunya dengan pembatasan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

“Warga Bogor, Insya Allah Pemerintah Kota dan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor selalu terus berikhtiar untuk memaksimalkan dalam penambahan kapasitas, baik itu tempat tidur, dan juga ruang isolasi bagi warga yang sangat membutuhkan,” ujar Bima Arya, Kamis, (1/7/2021).

Selain itu, Bima menyebut, bahwa Pemerintah Kota sedang memastikan semua bergerak saling berbagi, saling membantu, terutama memprioritaskan warga yang sangat membutuhkan pertolongan, baik secara medis maupun secara logistik, dan lainnya.

Baca Juga  Bangun Kesadaran Ekologis Generasi Milenial, Hutan Dan Air Wujud Kepedulian PB INSPIRA

Dalam hal ini Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada seluruh Rakyat Indonesia untuk tetap tenang dan waspada dalam memenuhi ketentuan yang ada.

“Selalu tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes) dalam menangani ataupun mengatasi pandemi Covid-19,” pesan Jokowi.

Semoga dengan ikhtiar ini, penyebaran Covid-19 yang belakangan melonjak atau meningkat cukup tinggi dapat segera terkendali dan menurun kembali. “Untuk itu, selalu jaga kesehatan dan tetap selalu jalankan protokol kesehatan (prokes) secara ketat dimanapun kita berada,” pungkasnya. [WRV].

Laporan: Wieragus Virmala. Amd

Editor: Wieragus Virmala. Amd

Komentar

News Feed